Watukosek, Pasuruan – Memasuki semester genap tahun ajaran 2025/2026, Madrasah Tsanawiyah (MTS) Darut Taqwa 1 Watukosek mulai tancap gas dalam mempersiapkan kesiapan akademik siswa kelas 9. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan menyelenggarakan TryOut Madrasah yang dimulai pada hari ini, Senin, 26 Januari 2026.
Sesuai dengan jadwal yang telah disusun oleh panitia kurikulum, kegiatan TryOut ini akan berlangsung selama lima hari penuh hingga Jum'at, 30 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa akhir sebagai ajang simulasi dan tolok ukur sebelum mereka menghadapi ujian madrasah yang sesungguhnya.
Simulasi Ujian yang Representatif
Pelaksanaan TryOut ini dirancang sedemikian rupa agar menyerupai suasana ujian formal. Mata pelajaran yang diujikan mencakup seluruh spektrum materi yang telah dipelajari selama tiga tahun terakhir, mulai dari mata pelajaran umum, peminatan, hingga mata pelajaran ciri khas madrasah.
Transparansi Hasil kepada Orang Tua / Wali Murid
Ada hal penting yang ditekankan oleh pihak madrasah pada pelaksanaan tahun ini. Pihak sekolah berkomitmen untuk melibatkan peran aktif orang tua dalam memantau perkembangan belajar putra-putrinya. Oleh karena itu, hasil dari TryOut ini nantinya akan diberikan langsung kepada orang tua atau wali murid.
"Kami ingin ada sinergi antara madrasah dan rumah. Dengan memberikan hasil TryOut ini kepada orang tua, kami berharap bapak dan ibu wali murid bisa mengetahui di bagian mana putra-putrinya membutuhkan dukungan lebih, sehingga pendampingan belajar di rumah bisa lebih maksimal menjelang ujian akhir nanti," ungkap Kepala Madrasah Tsanawiyah, Ibu Hanim Makhsusiati, M.Pd
Modernisasi Ujian: Penggunaan Smartphone untuk Tekan Kecurangan
Berbeda dengan sistem konvensional menggunakan kertas dan pensil, seluruh siswa kini melaksanakan ujian dengan menggunakan smartphone masing-masing. Langkah ini diambil oleh pihak madrasah bukan tanpa alasan. Penggunaan aplikasi ujian khusus pada ponsel pintar dinilai efektif untuk mengurangi tingkat kecurangan.
Dengan sistem digital ini, soal-soal dapat diacak secara otomatis sehingga meminimalisir kemungkinan siswa untuk saling bertukar jawaban. Selain itu, aplikasi yang digunakan memiliki fitur penguncian layar yang mencegah siswa membuka peramban (browser) atau aplikasi pesan singkat lainnya saat ujian berlangsung.
"Kami memanfaatkan teknologi untuk menciptakan suasana ujian yang jujur dan transparan. Dengan smartphone, proses penilaian juga menjadi lebih cepat dan akurat, serta melatih siswa untuk terbiasa dengan sistem ujian berbasis digital yang kini jamak digunakan di perguruan tinggi," jelas Kepala Madrasah Tsanawiyah, Ibu Hanim Makhsusiati, M.Pd.
Pelaksanaan Hari Pertama Berjalan Tertib dan Canggih
Pada hari pertama pelaksanaan, Senin (26/01), suasana di dalam ruang ujian tampak sangat tenang dan fokus. Para siswa terlihat cakap dalam mengoperasikan perangkat smartphone mereka untuk menjawab butir-butir soal. Kendala teknis seperti koneksi jaringan telah diantisipasi dengan baik oleh tim IT madrasah, sehingga ujian dapat berjalan tanpa hambatan berarti.
Pihak panitia berharap, dengan penggunaan teknologi ini, para siswa tidak hanya siap secara materi pelajaran, tetapi juga memiliki mentalitas yang jujur dan siap menghadapi tantangan era digital. TryOut akan terus berlanjut hingga Jum'at mendatang dengan pengawasan ketat dari dewan guru.